يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَات
Wahai Yang Mengijabah semua doa
Asma ini terdapat dalam doa Jawsyan Kabir, doa yang meliputi seribu Asma Allah swt.
Dalam bagian kata "doa" berbentuk jamak yaitu da'awât. Ini menunjukkan makna doa secara umum, sementara umumnya doa kita tidak diijabah. Ketahuilah bahwa doa yang tidak diijabah adalah doa yang hanya diucapkan oleh lisan, seperti doa yang umumnya diucapkan orang-orang yang duduk di majlis-majlis doa dan zikir, yaitu:
"Ya Allah, bimbinglah aku pada ketaatan dan jauhkan aku dari kemaksiatan, "
sementara semua organ tubuhnya, perbuatan dan aktivitas batinnya tidak sesuai dengan doa yang diucapkan oleh lisannya: ia melakukan kehinaan dan mengikuti bisikan setan; sehingga hatinya dipehuni oleh gelora hawa nafsu, kerakusan dan sifat-sifat binatang buas.
Jika demikian kenyataannya, maka sebenarnya yang mereka memohon justru sebaliknya yaitu: "Ya Allah, hinakan kami dengan kemaksiatan."
Demikian juga mereka yang memohon perlindungan dan rizki kepada Allah, padahal Dia Maha Mengijabah semua doa. Allah swt berfirman: "Tuhan kami yang telah memberikan pada segala sesuatu bentuk kejadiannya kemudian memberinya petunjuk." (Thaha: 50)
Secara naluriah manusia yang patuh pada khayalannya berkata: "Ya Allah, abadikan aku di dunia." Seruan ini ia ucapkan secara tersembunyi dan kadang-kadang juga terang-terangan. Sehingga khayalannya menghadap pada Tuhannya, semua organnya terfokus padanya, merasa tenteram di rumahnya atau di penjaranya, semua organ tubuhnya menuntut kebutuhan-kebutuhan naluriahnya, anak khayalnya yang baru netas dan masih terpasung dalam kubangan materi ingin terbang seperti burung, ingin terbang jauh berkeliling. Padahal ruh dan ruhaninya berkata pada semua yang terikat dengan materi dan terpasung di dalamnya:
"Sampai kapan kamu tinggal di sini dan menghabiskan waktu untuk mengejar materi? Apakan kamu tidak ingin mengakhiri kecelakanmu? Lalu mencari bekal untuk perjalananmu, menjumpai Pemimpinmu agar kamu segera sampai pada dunia yang lain."
Sebenarnya ruh kita menginginkan kematian dan meninggalkan tubuh kita secara suka-rela, tetapi khayalan kita tidak menghendakinya, yang kadang-kadang juga diucapkan oleh lisannya. Allah swt berfirman: "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemui-Nya. " (Al-Insyiqaq: 6).
Doa lisan yang mengharapkan kebutuhannya, tentu diijabah diijabah oleh Allah swt untuk sekedar memenuhi kebutuhannya, yaitu makan. Tetapi perlu diketahui bahwa lisan tak sanggup menyampaikan doa pada keinginan khayali, yang tidak mengetahui manfaat dan mudharratnya. Sebenarnya lisan bisa menyampaikan keinginan manusia sekiranya ia mengetahui bahwa yang diinginkan itu benar-benar pasti maslahat bagi dirinya. Inilah yang dimaksudkan oleh hadis Qudsi:
ان من عبادى من لايصلحه الا الغنى لو صرفته الى غير ذلك لهلك وان من عبادى من لايصلحه الاالفقر لو صرفته الى غير ذلك لهلك
"Sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku ada orang yang tidak maslahat baginya kecuali kekayaan, sekiranya Aku belokkan ia pada selain itu, niscaya ia akan binasa; dan sesungguhnya di antara hamba-hamba-Ku ada orang yang tidak maslahat baginya kecuali kefakiran, sekiranya Aku belokkan ia pada selain itu, niscaya ia akan binasa."Karena itu, zikir yang paling agung adalah zikir yang terkandung dalam tauhid dan pujian kepada Allah swt, bukan apa yang dirasakan karena tercapainya harapan dan permohonan. Allah berfiman dalam hadis qudsi:
فوت الحاجة احب الى من قضاء الحاجة
"Ketertundaan pencapaian hajat lebih Aku cintai daripada tercapainya hajat."من ترك ما يريد لما اريد اترك ما اريد لما يريد
"Baransiapa yang meninggalkan apa yang diinginkan karena apa yang Aku inginkan, maka Aku akan meninggalkan apa yang Aku inginkan karena apa yang ia inginkan."Di dalam suatu doa disebutkan:
اللهم انت كما اريد فاجعلنى كما تريد
"Ya Allah, Engkau sebagaimana yang aku inginkan, maka jadikan aku sebagaimana yang Engkau inginkan."Dalam suatu hadis disebutkan:
المؤمن لايريد ما لايجد
"Mukmin yang sejati, ia tidak menginginkan apa yang tidak ia dapatkan."Namun demikian, walaupun dalam berdoa kita tidak mengetahu apa sebenarnya yang kita inginkan, tetapi jika doa itu sebagai zikirullah, maka doa kita adalah baik. Karena doa adalah menjadi salah satu sebab kebahagiaan kita dan wasilah untuk mengingat Allah swt. Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Musa (as) berdoa walaupun untuk memohon garam untuk keperluan makanannya.
(Disarikan dari kitab Syarah Doa Jawsyan Kabir, oleh Sabzawari seorang filosuf dan sufi besar)
Wassalam
Firmansyah







0 comments:
Post a Comment